Rokok haram, tapi…

Sedang malas merangkai kata..

iseng

Did you know? First cellular phone

First portable cellular phone was developed by Motorola. The lead designer of the team was Rudy Krolopp. The working prototype was produced on 1973 named DynaTAC (DYNamic Adaptive Total Area Coverage) portable phone prototype. And not untill the 1983, the world’s first portable cellular phone named DynaTAC 8000x introduced, then released to the market. The price? $3,995 in 1983 (I wonder how much will it cost if it converted to 2009 dollars). The dimensions was 13 x 1.75 x 3.5 inches. Oh, by the way, you need to charge it about 10 hours for 30 minutes talk time.

Pictures below show models of the phone and the size compared with the new generation cell phone.

(Note that the phone shown below is just a dummy, not the real DynaTAC8000x)

Model of the phone

Model of the phone

Compared with new generation cell phone

Compared with new generation cell phone

Semprot sana semprot sini

Wewangian atau parfum saat ini sudah merupakan suatu kebutuhan gaya hidup karena masyarakat saat ini sudah cenderung memperhatikan penampilannya, walau banyak juga sih, yang masih masa bodoh. It’s OK, itu kan pilihan. Yang penting bagi saya bersih dan rapi. Or at least, tidak mengganggu orang-orang sekitar dengan “bebauan”nya, baik yang alami maupun yang buatan. Maksudnya? Yang alami tuh ya bau yang berasal dari tubuh orang itu sendiri, sedangkan yang buatan itu adalah yang berasal dari luar, seperti wewangian. Nah lo, pakai wewangian kok malah bisa mengganggu orang-orang sekitar? Bisa lah, kalau pakainya ga kira-kira dengan pilihan wangi yang ga kira-kira juga. Belum lagi bila dicampur dengan wangi alami nya, wedeh… Nah, biar tidak salwang alias salah wangi, baca dulu deh yang berikut…

Wewangian sudah digunakan oleh manusia sejak berabad-abad lalu. Awalnya digunakan dalam berbagai ritual kepercayaan di Mesir kuno. Wewangian tubuh kuno dibuat dari campuran berbagai bahan alami yang direndam dalam minyak hingga terbentuklah minyak wangi. Beberapa abad kemudian, Ibnu Sina, salah seorang pemikir besar Islam, menemukan cara destilasi yaitu mengekstrak minyak dari bunga. Cara ini kemudian populer karena bau yang dihasilkan lebih lembut. Era wewangian terus berkembang hingga pada tahun 1921 muncullah Chanel No.5, yang merupakan wewangian modern pertama dan terus menjadi legenda hingga saat ini.

Kekuatan wewangian untuk bertahan lama bisa dibedakan sebagai berikut:

  • Parfume extract (extrait) : 15-40%
  • Eau de Parfume (EdP) : 10-20%
  • Eau de Toilette (EdT) : 5-15%
  • Eau de Cologne (EdC) : 3-8%
  • Splash & after shave : 1-3%
Maksud dari persen tersebut adalah persentasi dari bahan yang terlarut dibandingkan larutannya (biasanya air dan ethanol). Makin besar persentasinya, maka akan makin kuat wangi yang dihasilkan dan wangi yang ada akan bertahan lebih lama

Wewangian biasanya terdiri dari berbagai macam bahan dasar. Ada yang berasal dari tumbuhan dan ada pula yang berasal dari hewan. Namun karena kesadaran warga dunia yang semakin meningkat mengenai kelangkaan hewan & tumbuhan, maka dibuatlah bahan-bahan sintetis yang wanginya dibuat semirip mungkin bahan aslinya. Wangi White Musk yang terkenal itu juga merupakan bahan sintetis dari bahan aslinya, Musk, yang berasal dari kelenjar Rusa jantan. Parfume notes adalah komposisi suatu parfum yang akan keluar atau tercium berdasarkan tingkatannya. Terdiri dari :

  • Top notes : wangi yang keluar sesaat setelah parfum disemprotkan
  • Middle notes : keluar beberapa saat setelah top notes mulai menghilang
  • Base notes : muncul setelah middle notes. Biasanya setelah 30 menit
Hal tersebut membuat wangi parfum yang anda semprotkan berubah setelah beberapa waktu. Wangi parfum setelah digunakan dapat berbeda dengan wangi yang anda cium saat masih dalam botol. Begitu pula wangi yang tercium saat di semprotkan ke kertas coba maupun saat langsung ke kulit. Saat menyentuh kulit, bahan-bahan parfum akan bereaksi dengan wangi alami tubuh anda, sehingga wanginya berbeda untuk setiap orang.
Secara garis besar, parfum berdasarkan wangi yang dibentuknya dibagi menjadi beberapa kelompok seperti Floral, Wood, Amber, Citrus, dll.

Hmm.. Kira-kira, minyak nyong-nyong yang legendaris itu masuk wewangian kategori apa ya?Lalu berapa ya kadarnya? Hehehe..

Tips & Trik
Tertarik membeli atau mempergunakan parfum? Berikut beberapa tips yang mungkin berguna :

  1. Coba langsung parfum yang akan dipakai sebelum dibeli ke kulit anda. Dengan demikian anda akan mengetahui bagaimana wangi yang dibentuk parfum tersebut di tubuh anda. Anda juga akan langsung mengetahui bila ada reaksi alergi yang timbul (kulit kemerahan, gatal, perih, dll). Bila alergi muncul, jangan membeli parfum tersebut meskipun anda cocok dengan wanginya..itu sih cari penyakit..
  2. Tunggu beberapa saat sebelum anda memutuskan menyukai wanginya. Ingat Parfume notes? Itu alasannya.
  3. Semprotkan atau oleskan di titik-titik nadi. Pergelangan tangan, belakang telinga, lipat siku, belakang lutut adalah beberapa tempat yang biasa digunakan. Tidak perlu semua tempat disemprot ya.. malah nyegak ga karuan nanti…
  4. Jangan menggosok-gosok parfum yg sudah disemprot, karena akan merusak wangi aslinya.
  5. Semprotkan parfum ke atas anda lalu berjalanlah melewatinya. Wangi yang ditimbulkan akan lebih merata ke seluruh tubuh anda. Rambut anda pun akan wangi. Tetapi jangan langsung disemprot ke rambut loh, bisa-bisa kering jadinya.
  6. Simpan botol parfum anda dengan baik. Jauhkan dari sinar, panas dan oksigen agar tidak merusak wanginya. Bila lama tidak digunakan, lebih baik dimasukkan ke dalam kotaknya.
  7. Pilih konsentrasi/ jenis wewangian sesuai kebutuhan dan kegiatan anda. Sepertinya ga cocok deh kalau pakai EdP untuk sekolah atau kuliah misalnya, apalagi ke pasar..wuih…
  8. Wangi yang tepat saat yang tepat. Berbeda acara, musim, cuaca, maka wangi yang dipilih dapat berbeda pula. Idealnya sih punya beberapa. But hell, it’s too expensive. Bisa disiasati dengan membeli wangi yang netral, atau dengan mengatur banyaknya parfum yang anda gunakan pada tubuh anda. Bisa juga dengan membeli parfum dengan kemasan mini.

Bapak Kedokteran, Hippocrates

Menjelang tugasnya, para calon dokter akan dilantik dengan mengucapkan Sumpah Hippocrates (Hippocratic Oath). Sebenarnya, siapakah Hippocrates itu?
Hippocrates (460-377 SM), the father of medicine, yang lahir di sebuah pulau bernama
Cos, adalah seorang dokter berkebangsaan Yunani. Sebenarnya hanya terdapat sedikit penjelasan mengenai sosoknya yang terdapat di literatur-literatur kuno. Pulau kelahirannya diketahui sebagai salah satu pusat ilmu kesehatan terbaik di Yunani saat itu. Ia juga mendirikan sekolah kedokteran, dan menjadikan dokter sebagai suatu profesi tersendiri yang terpisah dari sihir maupun tahayul yang saat itu dianggap sebagai penyebab penyakit.

Hal lain yang dihubungkan dengannya adalah

Corpus Hippocraticum, yang merupakan sebuah buku kumpulan tulisan mengenai kesehatan. Dari sekian banyak artikel, diyakini Ia hanya menulis beberapa atau bahkan tidak samasekali. Namun demikian, tulisan-tulisan tersebut berhubungan dengan filosofinya mengenai kesehatan, karena itu, diyakini bahwa tulisan-tulisan yang ada ditulis oleh murid-murid atau pengikutnya. Tulisan yang terdapat didalamnya antara lain :
On Regimen in Acute Diseases
; Aphorisms; On Airs, Waters and Places; Instruments of Reduction; On The Sacred Disease; dll.

Hippocrates memiliki pandangannya sendiri mengenai kesehatan. Ia menyatakan bahwa timbulnya penyakit dipengaruhi beberapa faktor diantaranya lingkungan, diet dan gaya hidup. Ia juga memiliki teori bahwa penyakit timbul akibat ketidak seimbangan 4 cairan dalam tubuh (Humorism) yang kemudian dianggap tidak benar oleh kedokteran modern. Metode yang digunakan oleh Hippocrates cenderung pasif, lembut terhadap pasien dan menekankan perlunya menjaga sterilitas dan kebersihan. Ia menganjurkan sesedikit mungkin gangguan terhadap kemampuan dan proses natural tubuh untuk sembuh dari suatu penyakit.

Kedokteran ala Hippocrates dikenal amat menjaga nilai-nilai profesionalisme. Menurutnya, seorang dokter harus rapi, jujur, tenang, pengertian dan serius. Ia juga menekankan pentingnya observasi dan pencatatan yang baik dan objektif mengenai kesehatan pasien sehingga catatan tersebut dapat dialihkan kepada dokter lainnya dikemudian hari apabila diperlukan. Ia mencatat dengan seksama setiap tanda dan gejala yang ditimbulkan oleh berbagai penyakit. Ia juga memperluas pencariannya hingga ke riwayat keluarga dan lingkungan tempat tinggal pasien. Baginya, kedokteran adalah sebuah seni mengenai pengamatan dan pemeriksaan klinis.

Hippocrates juga telah memberikan kontribusinya secara langsung,

diantaranya Ia yang pertama menyadari adanya suatu tanda pada pasien-pasien tertentu berupa “jari tabuh” (Clubbing fingers; Hippocratic fingers). Ia merupakan ahli bedah dada pertama yang terdokumentasikan. Ia lah yang pertama kali menggunakan istilah akut, kronis, endemis, epidemi, eksaserbasi, relaps, krisis, dll. Ia pula yang mendeskripsikan gejala, tanda fisik, penatalaksanaan bedah, dan prognosis dari Empiema Thoraks dimana ajarannya masih relevan hingga saat ini.

Mengenai Sumpah Hippocrates, lagi-lagi dikatakan bahwa bukan dirinyalah yang menulis langsung kata-kata tersebut, namun dengan jelas terlihat mengandung prinsip dan idealismenya mengenai praktek kedokteran


Beberapa kuotasinya yang terkenal:

“Natural forces within us are the true healers of disease”

“Life is short, the art long, opportunity fleeting, experiment treacherous, judgment difficult.”

“Whenever a doctor cannot do good, he must be kept from doing harm.”

“If we could give every individual the right amount of nourishment and exercise, not too little and not too much, we would have found the safest way to health.”

“To do nothing is also a good remedy.”

“What medicines do not heal, the lance will; what the lance does not heal, fire will.”

Walking is a man’s best medicine.

I swear… to hold my teacher in this art equal to my own parents; to make him partner in my livelihood; when he is in need of money to share mine with him; to consider his family as my own brothers and to teach them this art, if they want to learn it, without fee or indenture.

As to diseases, make a habit of two things to help, or at least to do no harm. The art has three factors, the disease, the patient, the physician. The physician is the servant of the art. The patient must co-operate with the physician in combating the disease.

Sumber :
http://www.wikipedia.com
http://www.encyclopedia.com
http://www.faqs.org/health/bios
http://www.answers.com

Gambar:
http://www.uab.edu
http://www.mindentudas.hu

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.