Tergila-gila Ponari

Gila! Benar-benar gila!

Itulah yang terlintas di pikiran saya saat menyaksikan berita mengenai Ponari di beberapa stasiun TV. Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, antusiasme masyarakat dalam mencari kesembuhan akhirnya menjatuhkan korban. Beberapa orang tewas karena berdesak-desakan saat mengantri berhari-hari. Akibat massa yang tak terkendali, polisi setempat memutuskan untuk menutup praktek pengobatan tersebut (yang sudah dilakukan berkali-kali pula). Bahkan keluarga sempat memasang pembatas bambu untuk menghalangi masyarakat. Entah isu darimana, orang-orang akhirnya menyerbu segala sumber air yang ada di sekitar rumah Ponari. Mulai dari sumur, pompa air, lumpur-lumpur disekitar rumah, hingga air dari kamar mandi yang diyakini bekas mandi sang dukun! Orang-orang pun masih tetap menunggu, berharap pengobatan akan dibuka kembali. Ckckck… Dimana identitas kita sebagai bangsa yang percaya Tuhan? (Astaghfirullah, ingatlah akan hari pembalasan, dan takutlah akan azab Allah..)

Yang lebih gilanya lagi, bukannya menyadarkan masyarakat atau mengambil langkah yang masuk akal, pemerintah setempat malah berencana membuka kembali praktek pengobatan Ponari! Pejabat setempat menyatakan bahwa pemerintah setempat akan membantu agar pengobatan berjalan tertib dan lancar (melakukan “pengaturan”). Ya ampyuun.. kemana sih pikiran orang-orang ini? Bukannya memperbaiki atau menyediakan program/fasilitas kesehatan yang terjangkau ini malah mendorong masyarakat melakukan hal yang tidak masuk akal? Kalau pencari kesembuhannya..boleh lah, “agak” dimaklumi, karena sebagian besar berpenghasilan maupun berpendidikan kurang. Lah ini? Masa orang pemerintah (yang pastinya sudah bersekolah cukup) juga ikut-ikutan gila kenademam Ponari = Ponari Fever” ?

Cape deeeeeeh……….

“Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan” ( Q.S. Al Fatihah, ayat 5 )

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.